World Sight Day 2018

Berdasarkan road maps Kemenkes untuk percepatan pencegahan kebutaan tahun 2018 – 2030, yang menjadi fokus dalam program tersebut bukan saja pada pencegahan kebutaan tetapi juga memastikan bahwa layanan rehabilitasi untuk anak dengan gangguan penglihatan seperti layanan Low Vision juga tersedia.

Sejak tahun 2015 Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarga ( LAYAK ) bekerjasama dengan CBM mengembangkan program low vision dan pencegahan kebutaan di Indonesia melaui program Seeing is believing ( SIB) khususnya di DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Tujuan program SIB adalah agar anak anak di Indonesia dengan gangguan penglihatan yang bisa dicegah maupun dengan gangguan penglihatan permanen dapat diidentifikasi secara dini dan mendapatkan akses ke layanan yang berkualitas dan terjangkau.

Sampai bulan Agustus 2018, Jumlah anak dengan gangguan penglihatan, low vision dan disabilitas lain yang sudah dilayani di layanan Low vision LAYAK : 1.302 anak (Jakarta 752, Makassar 550) sebagian besar rujukan dari bidang Pendidikan (SLB & Inklusi ), Layanan kesehatan ( Rumah Sakit, Klinik Mata, Praktek dokter, Optik) dan Kader masyarakat ( RBM, Panti Sosial).

Dalam upaya mewujudkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan aksesibel dibutuhkan kerjasama lintas sector yaitu antara Instansi-instansi pemerintah dan sector-sektor non pemerintah, organisasi profesi, Media, Civil society organitation (CSO) dan pelibatan masyarakat.

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia “World Sight Day” menjadi moment penting dalam upaya Advokasi, Awareness dan Edukasi mengingat kondisi gangguan penglihatan di Indonesia sangat serius. Yayasan LAYAK bersama dengan standart Chartered Bank ( SCB ) mengadakan peringatan Hari Penglihatan Sedunia ( World Sight Day 2018 ) dengan tema “ Eye Care Everywhere “. Dalam rangkaian World Sight Day Yayasan LAYAK mengadakan skrining penglihatan bagi 1000 anak usia sekolah ( < 18 tahun ) secara serentak di 5 Kelurahan Kecamatan Cilandak dengan melibatkan volunteer dari SCB, tenaga Refraksionis, Optisien dari IROPIN dan kader masyarakat di 5 kelurahan yaitu :
5 RPTRA di 5 Kelurahan Wilayah Kecamatan Cilandak

a. Kelurahan Cilandak Barat ( RPTRA INTAN )

b. Kelurahan Cipete ( RPTRA TAMAN GAJAH )

c. Kelurahan Gandaria Selatan ( RPTRA BAHARI )

d. Kelurahan Pondok Labu ( RPTRA PINANG POLA )

e. Kelurahan Lebak Bulus ( RPTRA ANGGREK ).

Tujuan kegiatan tersebut diatas adalah:

1.Adanya dukungan, kerjasama dan keterlibatan dari semua unsur baik pemerintah, non pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan kebutaan

2.Adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata

3.Adanya kepedulian dan penerimaan masayarakat terhadap anak dengan gangguan penglihatan