“Tetap Kreatif di Tengah Pendemi Covid 19”

Dewi Winarti, perempuan, tinggal di Jakarta, 41 tahun, S1, wirausaha produk kosmetik alami adalah salah satu klien LV yang sudah 4 tahun terakhir ini kami layanani. Dewi mengetahui pelayanan low vision Yayasan LAYAK dari kegiatan sosialisasi TIM LV di Lembaga Daya Dharma ( LDD) tahun 2016. Awal mulanya penglihatan Dewi tidak ada masalah dan dia memiliki karier yang cukup bagus, sebagai salah satu staff di perusahaan besar di Jakarta. Penglihatanya menurun setelah dia terkena Steven Djonhson sydrom pada usia 32 th yang menyebabkan kekeringan pada kornea mata secara akut. Dewi sudah melakukan operasi cangkok kornea sebanyak 3 kali tetapi hasil operasi tidak dapat mengembalikan penglihatan. Dewi tetap memiliki keterbatasan dalam melihat, terutama melihat detail dan sangat sensitive atas cahaya. Dengan  kondisi penglihatan yang menurun membuat Dewi berhenti bekerja, karna dia mulai kesulitan menggunakan computer dalam waktu yang cukup lama. Dukungan keluarga terutama dalam menjalani proses medis yang panjang mengembalikan rasa percaya diri Dewi, dan bisa menerima kondisinya yang low vision. Tim LV memberikan pemeriksaan secara berkala untuk memantau penglihatannya, konseling dan memberikan saran2 adaptif yang bisa membantu kegiatan Dewi sehari seperti penggunaan kacamata pelindung untuk mengurangi silau, memperbesar tulis untuk memudahkan terbaca kembali , menandai peralatan dengan warna yang mencolok dll.

Dewi dalam pekerjaannya berwirausaha dengan temannya W yang tuna netra membuat home industry product kosmestik  berbahan alami, seperti membuat sabun, hand body lotion, lulur ,scrab, pelembab wajah dll. Biasanya pemasaran product dilakukan dalam kegiatan bazar, workshop dll,yang melibatakan disabilitas. Dewi sadar bahwa untuk mengenalkan productnya di perlukan promosi dan marketing yang bagus, dia juga menggunakan mediasosial sebagai sarana untuk mempromosikan  juga. Hampir setiap hari Dewi dan W memiliki agenda mengikuti pameran dari satu tempat ke tempat lain karena memasang iklan di electronic commerce membutuhkan pembiayaan yang mahal bagi pembisnis pemula sepertinya.


Quote Dewi :
Manfaat “stigma bahwa orang disbilitas itu tidak berdaya dan perlu di kasihan itu masih sanagt kuat, sehingga perlu dimulai dari orang tua dan keluarga untuk memiliki pemikiran bahwa sangat penting untuk melatih kemandirian  anak disabilitas “
Harapan “semoga pandemic cepat berlalu ,Kembali menjalani aktifitas dan bermanfaat bagi orang banyak “

Pandemi covid 19 yang melanda global termasuk Indonesia sangat berdampak besar bagi semua lapisan masyarakat dan semua sektor. Data di lapangan menunjukan banyak orang yang kehilangan mata pencaharian, terkena PHK,usahanya mengalami kebangkrutan dll. Hal ini juga berdampak bagi Dewi dan juga bagi sebagian besar klien yang kami layani. Di tengah kondisi ini dimana kita semua di haruskan mengikuti himbauan pemerintah untuk” beribadah, bekerja dan belajar di rumah “ otomastis memaksa  Dewi untuk membatasi aktifitas diluar rumah, dan memprioritaskan kesehatan karena riwayat medis Dewi yaitu steven Jhonson syndrome yang memiliki imunitas rentan.

Covid 19  membuat agenda pameran dan worshop terpaksa di cancel harus di ganti dengan promosi via online, dan omset penjualan mengalami penurunan. Meskipun demikian, semangat   dan kreatifitas Dewi tidak berkurang. Selama 2 bulan  WFH dia menciptakan beberapa kegiatan yang positif seperti membuat tutorial, meeting dengan rekan bisnis melalui Zoom, menciptakan product2 baru, mempersiapan jadwal produksi dll. Dewi tetap berusaha bertahan di tengah tantangan ini, dia tidak mengeluh dan tidak mengharapakan belas kasih dari pihak manapun, justru memunculkan ide – ide kreatifitas. Melihat semangat Dewi, LAYAK meminta dia menularkannya dengan  memotivasi teman- teman sesama LV.  Dewi sudah  mengajak diskusi anggota komunitas LV dan komunitas orang tua yang memiliki anak disabilitas dengan memberikan edukasi melalui online tentang bagaimana melatih kemandirian anak disabilitas. Karena Dewi anggota dari komunitas Low Vision “New Generation “ mempermudah baginya untuk berinteraksi  dan berdiskusi dengan 34 anggota komunitas lainnya melalui group wa komunitas, dua kali menjadi narasumber di pertemuan komunitas  dan diskusi menggunakan meeting zoom.

Spread the love