LAYAK adalah Yayasan yang bergerak dalam bidang pelayanan anak dan keluarga, membantu mengatasi masalah-masalah sosial yang mereka hadapi. Awal berdirinya LAYAK pada tahun 2001, didasari oleh keinginan dari beberapa orang yang berlatar belakang pendidikan pekerja sosial untuk membentuk suatu lembaga sosial yang mempunyai “warna” tersendiri dalam pelayanannya. Para pekerja sosial tersebut sudah berpengalaman dalam bidang pemecahan masalah-masalah sosial dan pemberdayaan masyarakat seperti: HIV AIDS, Low Vision, Anak Jalanan, Kesejahteraan Anak, Pendidikan keluarga, Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang/Human Trafficking termasuk Anak yang dilacurkan.
Kegiatan LAYAK pada awalnya dilakukan secara sukarela. Seiring dengan berkembangnya kegiatan LAYAK dalam melayani banyak orang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga diperlukan tenaga penuh waktu untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan membuat lembaga formal berkekuatan hukum. Oleh karena itu, LAYAK diaktenotariskan secara legal menjadi Yayasan pada 08 April 2003.
Saat ini LAYAK didukung oleh personil-personil dari berbagai disiplin ilmu, namun warna khas didalam pemberian pelayanan dengan menggunakan pendekatan, metode-metode dan teknik-teknik pekerjaan sosial tetap dipertahankan.

VISI

Visi Yayasan LAYAK yaitu terwujudnya anak dan keluarga yang berdaya.

MISI

  • Memberdayakan anak dan keluarga melalui penjangkauan dan pendampingan, layanan manajemen kasus, mitigasi dampak, pendidikan dan pelatihan, konseling dan advokasi, dengan metode, nilai dan prinsip-prinsip pekerjaan sosial.
  • Mengupayakan kemandirian organisasi untuk keberlanjutan pelayanan.

TUJUAN

  • Turut serta membantu pemerintah dan masyarakat dengan jalan berpartisipasi aktif dibidang pendidikan formal maupun pendidikan non formal, umum, maupun kejuruan, pengajaran dan kebudayaan dalam arti kata seluas-luasnya;
  • Membantu memecahkan masalah-masalah social berbagai kalangan masyarakat menengah bawah;
  • Membantu meningkatkan peran dan fungsi social anak dan keluarga khususnya dalam menghadapi masalah-masalah;
  • Dan untuk mencapai tujuan pada ayat-ayat 1, 2 dan 3 tersebut digunakan pendekatan-pendekatan pekerja sosial yang profesional.

Nilai Kerja

  1. Non Diskriminasi : bekerja tanpa membedakan suku, agama dan gender
  2. Kesetaraan Gender : perlakuan sama kepada setiap orang tanpa melihat jenis kelamin
  3. Musyawarah untuk Mufakat : pembahasan akan dilaksanakan dalam dialog-dialog organisasi untuk mendapatkan kesepakatan
  4. Solidaritas : bersama dalam menunjukkan kepedulian pada isu kemanusiaan
  5. Kolektivitas : bekerja bersama masyarakat untuk mendapatkan manfaat bersama.
  6. Transparasi dan Akuntabilitas : laporan dapat dipertanggungjawabkan terbuka termasuk ke penerima manfaat dari program Yayasan LAYAK
  7. Partisipasi : keterlibatan penuh dalam pembangunan manusia yang diselenggarakan oleh LAYAK ataupun mitra
  8. Anti kekerasan : tidak mempraktikkan/menggunakan dan tidak memberikan toleransi terhadap kekerasan fisik maupun psikis.
  9. Profesionalisme : bertanggungjawab terhadap tugas dan fungsinya.

 

 

Program Yang Sudah Terlaksana

  1. Program Case Management HIV dan AIDS kerjasama dengan Family Health International (FHI)
    • Bekerjasama dengan FHI, Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan menyusun dan mengembangkan modul pelatihan manajemen kasus HIV dan AIDS dengan mencakupkan materi yang terkait perempuan
    • Pelatihan Nasional Care Support and Treatment bagi 225 Rumah Sakit Rujukan ARV bekerjasama dengan Depkes
    • Meningkatkan kapasitas manajer kasus yang melayani Orang Dengan HIV/AIDS (Odha) melalui pelatihan Manajemen Kasus HIV dan AIDS. Lebih dari 1.000 manajer kasus yang sudah dilatih di 23 Propinsi di Indonesia
    • Pemberian layanan manajemen kasus bagi Orang dengan HIV (Odha) dalam upaya meningkatkan kualitas hidup Odha bekerjasama dengan 8 RS rujukan obat ARV bagi Odha, 12 Puskesmas, lapas/ Rutan di DKI Jakarta.  Sejak April 2005 – Desember 2012  melayani 1.958 Odha
    • Memberikan Konseling dan edukasi tentang realitas HIV dan AIDS bagi Odha dan keluarga, meliputi Kespro, kepatuhan berobat, home based care, disclosure, pencegahan penularan dari ibu ke anak, dsb
    • Membentuk dan menyelenggarakan pertemuan koordinasi tim home base bagi pelayanan kesehatan dengan mengikutsertakan tim kesehatan puskesmas dan rumah sakit setempat di wilayah DKI Jakarta
    • Megikutsertakan pekerja sosial masyarakat (PSM) bekerjasama dengan puskesmas dalam mensosialisasikan PMTCT bagi masyarakat setempat dalam rangka penanggulangan penularan HIV dan AIDS dari ibu ke anak.

 

2. Program Reintegrasi korban traffiking bekerjasama dengan IOM (International Organization for Migration) : 2006 – 2007

Program pendampingan korban trafiking dalam upaya reintegrasi klien ke keluarga, konseling dan edukasi terkait HIV dan AIDS, merujuk ke layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan layanan manajemen kasus bagi yang terinfeksi HIV.

 

3. Program Penjangkauan dan pendampingan Populasi kunci bekerjasama dengan GFATM-Program : 2009 – 2015

    • Penjangkauan Populasi Kunci untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena infeksi HIV di DKI Jakarta dan memperkuat komunitas, serta memperkuat sistem kesehatan untuk perbaikan kinerjanya
    • Pendampingan Orang dengan HIV-AIDS (ODHA)
    • Memberikan edukasi dan  dukungan biopsikososial bagi ODHA dan keluarga terkait informasi HIV,  kepatuhan pengobatan, akses layanan kesehatan, perawatan Odha di rumah menuju kapada kemandirian Ohda dan keluarga
    • Community Organizer : Pemberdayaan Masyarakat di wilayah Jakarta Pusat. Penguatan dan pelibatan kader  masyarakat dalam program penanggulangan HIV dan AIDS dengan memberdayakan kader sebagai penyuluh dan pendamping Odha sebagai upaya mengurangi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap Odha dan keluarganya.

 

4. Program Intervensi komprehensif dan terpadu bagi Penasun di wilayah Jakarta Pusat dan Selatan – Dukungan Dana USAID Sum Program : 2011 -2012.

Program pencegahan,  dukungan dan perawatan  berkelanjutan yang efektif dan   terintegrasi bagi 1.500 penasun di   wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan

 

5. Program penanggulangan HIV dan AIDS di Berastagi – Tanah Karo Sumatera Utara : 2014 – 2018

    • Membangun jejaring kerjasama dengan pemerintah dan stakeholders terkait dalam penanggulangan HIV dan AIDS
    • Sosialisasi dan informasi tentang HIV-AIDS bagi masyarakat, sekolah dan kelompok Agama
    • Peningkatan Kapasitas SDM (Workshop, seminar) yang bekerja di bidang HIV-AIDS
    • Pelayanan Manajemen Kasus bagi Odha

 

6. Program Penanganan Anak buta, Low Vision dan kerusakan penglihatan lainnya di Sulawesi Selatan dan Jakarta – Dukungan dana standart Charter Bank International (Mei 2015 – April 2020)

    • Mengkoordinir dan Mengelola Program Low Vision di DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan
    • Pengembangan model layanan Low Vision yang komprehensif dan terintegrasi antara Pelayanan kesehatan, pendidikan dan masyarakat
    • Peningkatan kapasitas SDM tentang penanganan Low Vision disemua level layanan baik primer, sekunder maupun tertiary : dokter mata, refraksionis, Perawat kesehatan mata, guru SLB, Guru Sekolah Umum dan Inklusi, Kader Masyarakat
    • Screening dan outreach anak dengan masalah penglihatan khususnya Low vision
    • Pelayanan Rehabilitasi low vision : Klinis dan Fungsional bagi 1.955 anak LV selama masa program

 

7. Asistensi korban Traffiking dan Migrasi Aman di Kabupaten Indramayu Jawa Barat – dukungan dana IFRC (Oktober 2015 – September 2017).

    • Program Pencegahan (target 10.500 siswa) : mengembangkan Upaya mengurangi  jumlah kasus traffiking sampai 60 % dan meningkatkan  migrant domestic worker yang bermigrasi secara aman  melalui penyadaran kepada anak-anak rawan traffiking usia sekolah SLTP-SLTA, terintegrasi dengan kegiatan ekstra kulikuler sekolah melalui konsep kader dari kalangan anak, dukungan pemangku kepentingan dan pengembangan jaringan community watch di 15 kecamatan di Indramayu
    • Penanganan Korban (50 anak, 125 dewasa) : Mengembangkan upaya penanganan kasus korban trafiking khususnya anak yang dieksploitasi seksual dan perempuan dewasa dengan mendorong aksesibilitas pelayanan identifikasi, pemulihan, pemulangan dan reintegrasi asisten baik di daerah tujuan di wilayah Jakarta, Kepri dan Subang
    • Pemetaan dan advokasi : Mapping korban Trafficking dan pekerja migrant domestic dari Indramayu di  Jakarta, Kepulauan Riau, Subang melalui koordinasi dengan stakeholders, sosialisasi dan pemetaan.

 

8. HIV & AIDS Testing dan Care Program di Jakarta dengan dukungan dana AHF (Juli 2016 – June 2019)

    • Melakukan program rapid test HIV berbasis komunitas, memotivasi lebih banyak MARPs untuk melakukan rapid test HIV
    • Menyediakan perawatan dukungan bagi HIV Positif, dan menghubungkan mereka ke klinik untuk mendapatkan ART dan layanan kesehatan lainnya.
    • Melakukan pendidikan HIV berbasis komunitas, mendistribusikan informasi/pengetahuan, melakukan kampanye/promosi kondom, dan kampanye lain serupa lainnya yang ditujukan kepada MARPs, serta meningkatkan kepedulian dan kesadaran komunitas terhadap HIV dan AIDS
    • Memperluas komunikasi dan kerjasama dengan multi sektor untuk mendukung program rapid test HIV berbasis komunitas dan kegiatan program lainnya.

 

 

Tim Kami

Ketua Pembina

Sumarni Surbakti

Ketua Pembina
Anggota Pembina

Dr. Alexander K. Ginting

Anggota Pembina
Anggota Pembina

Yeremias Wutun

Anggota Pembina
Pengawas

Jennie Tarigan

Pengawas
Ketua Umum

Evie Suranta Tarigan

Ketua Umum
Ketua I

Frida Girsang

Ketua I
Ketua II

Lucia Rusmiyati

Ketua II
Bendahara

Erna F. Indiaswari

Bendahara
Sekretaris

Ribka Pittaria

Sekretaris