Lokakarya Virtual: Proyek Mengatasi Kebutaan dan Penanganan Gangguan Penglihatan Pada Anak

Yayasan LAYAK (Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarga) baru saja mengadakan Lokakarya Virtual pertengahan Agustus 2020 kemarin. Yayasan LAYAK juga sedang menjalankan proyek kesehatan mata, khususnya bagi anak-anak di Provinsi Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta.

Proyek untuk mengembangkan layanan ‘Low Vision’ atau Gangguan Penglihatan yang komprehensif ini didukung oleh ‘Seeing is Believing’ dari Standar Chartered Bank, yang fokus mendukung upaya pencegahan kebutaan dan gangguan penglihatan.

Lokakarya yang diadakan tanggal 12 Agustus 2020 ini bertujuan untuk:

  1. Menyebarluaskan capaian dan pembelajaran dari implementasi proyek ‘Low Vision’.
  2. Mendorong lebih banyak penyedia layanan di bidang kesehatan, pendidikan dan disabilitas untuk menyertakan rehabilitasi ‘Low Vision’ dalam layanannya.

Lokakarya Virtual ini dibuka oleh Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, dr. Cut Putri Ariani MH.Kes, dan diikuti 151 peserta dari berbagai Institusi terdiri dari pihak Pemerintah, Swasta, Rumah Sakit, Sekolah dan Organisasi Sosial Masyarakat yang berasal dari Jakarta, Sulawesi Selatan, Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, dan juga Bali.



Salah satu pembicara Dr. Karin Van Dik, CBM Global Advisor on Low Vision dari Belanda menyampaikan bahwa memberikan layanan Low Vision bukan hanya memberikan keuntungan bagi klien Low Vision saja tetapi juga kepada semua lapisan masyarakat, seperti dapat menghemat uang, waktu, dapat berbaur dengan temannya, dapat hidup mandiri dan dapat meningkatkan kualitas hidup klien dan juga keluarganya.

“Believe me it is very interesting fill the work challenging, very rewarding but you never bored, so please go forward.”

 – Karin van Dik –

Spread the love