Hari Disabilitas Internasional

Hari Disabilitas Internasional

Low Vision
Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tahunnya pada 3 Desember. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Disabilitas Internasional sejak tahun 1992.Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan kemandirian dan kesamaan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.Tahun ini, tema Hari Disabilitas Sedunia adalah Building Back Better: toward a disability-inclusive, accessible and sustainable Covid-19 World, atau membangun kembali kehidupan yang lebih baik, lebih ekslusif, lebih berkelanjutan pasca pandemi Covid-19.
Read More
“NEW GENERATION”, NEW VISION COMMUNITY

“NEW GENERATION”, NEW VISION COMMUNITY

Low Vision
Rasanya sebuah komunitas atau organisasi dinilai  masih sangat   penting  sampai saat ini, terutama generasi milenial. Melalui komunitas, anak muda dapat saling mendukung, membantu hingga menghasilkan  karya. Tak heran, jumlah komunitas di Indonesia semakin meningkat. Salah satunya Komunitas “New Generation” bagi  orang yang mengalami Low Vision (LV). Komunitas“New Generation” pada awalnya terbentuk atas dasar kepedulian Yayasan LAYAK terhadap banyaknya klien LV dewasa yang memiliki tantangan cukup besar di masyarakat, terutama dalam mengakses pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu, pada 20 Juli 2018, Yayasan LAYAK mengadakan pertemuan pertama yang dihadiri 8 klien LV berusia 19 -  40 tahun yang memiliki latar belakang berbeda. Pada pertemuan ini,  dipetakan isu, tantangan dan kesulitan seperti minimnya informasi pekerjaan yang diperoleh  orang LV,  factor lingkungan yang belum bisa menerima keberadaan mereka  untuk bekerja dan kurangnya informasi membuat mereka tidak mengetahui bidang  pekerjaan yang tepat untuk ditekuni. Hal ini membuat  tidak sedikit dari mereka menghadapi quarter life crisis, seperti  kehilangan motivasi hidup, merasa  gagal, dan kehilangan kepercayaan diri. Hasil akhir diskusi menghasilkan struktur keanggotaan beserta nama  komunitas “New Generation” dan agenda pertemuan rutin setiap 3 bulan hingga rancangan berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti sosialisasi LV, jejaring dan advokasi. Setiap anggota akan berinisiatif mengajak anggota baru yang mereka temui sewaktu melakukan control ke RS atau ketika mereka terlibat dalam kegiatan disabilitas lainnya. Dalam waktu 1 tahun, komunitas“New Generation” telah memiliki 34 anggota yang aktif hingga membentuk jejaring melalui media social instagram @KOMLOVING dan whatsappgroup untuk wilayah Jabodetabek. Adapun kegiatan yang dihasilkan melalui komunitas ini sebagai berikut: Terlibat pada pentas seni pada hari Disabilitas Internasional 2019 yang diselenggarakan Kemensos.Menjadi educator dalam acara multi-sensory pada kampanye pencegahan gangguan penglihatan…
Read More
“Tetap Kreatif di Tengah Pendemi Covid 19”

“Tetap Kreatif di Tengah Pendemi Covid 19”

Low Vision
Dewi Winarti, perempuan, tinggal di Jakarta, 41 tahun, S1, wirausaha produk kosmetik alami adalah salah satu klien LV yang sudah 4 tahun terakhir ini kami layanani. Dewi mengetahui pelayanan low vision Yayasan LAYAK dari kegiatan sosialisasi TIM LV di Lembaga Daya Dharma ( LDD) tahun 2016. Awal mulanya penglihatan Dewi tidak ada masalah dan dia memiliki karier yang cukup bagus, sebagai salah satu staff di perusahaan besar di Jakarta. Penglihatanya menurun setelah dia terkena Steven Djonhson sydrom pada usia 32 th yang menyebabkan kekeringan pada kornea mata secara akut. Dewi sudah melakukan operasi cangkok kornea sebanyak 3 kali tetapi hasil operasi tidak dapat mengembalikan penglihatan. Dewi tetap memiliki keterbatasan dalam melihat, terutama melihat detail dan sangat sensitive atas cahaya. Dengan  kondisi penglihatan yang menurun membuat Dewi berhenti bekerja, karna dia mulai kesulitan menggunakan computer dalam waktu…
Read More
Lokakarya Virtual: Proyek Mengatasi Kebutaan dan Penanganan Gangguan Penglihatan Pada Anak

Lokakarya Virtual: Proyek Mengatasi Kebutaan dan Penanganan Gangguan Penglihatan Pada Anak

Low Vision
Yayasan LAYAK (Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarga) baru saja mengadakan Lokakarya Virtual pertengahan Agustus 2020 kemarin. Yayasan LAYAK juga sedang menjalankan proyek kesehatan mata, khususnya bagi anak-anak di Provinsi Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta. Proyek untuk mengembangkan layanan ‘Low Vision’ atau Gangguan Penglihatan yang komprehensif ini didukung oleh ‘Seeing is Believing’ dari Standar Chartered Bank, yang fokus mendukung upaya pencegahan kebutaan dan gangguan penglihatan. Lokakarya yang diadakan tanggal 12 Agustus 2020 ini bertujuan untuk: Menyebarluaskan capaian dan pembelajaran dari implementasi proyek ‘Low Vision’.Mendorong lebih banyak penyedia layanan di bidang kesehatan, pendidikan dan disabilitas untuk menyertakan rehabilitasi ‘Low Vision’ dalam layanannya. Lokakarya Virtual ini dibuka oleh Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, dr. Cut Putri Ariani MH.Kes, dan diikuti 151 peserta dari berbagai Institusi terdiri dari pihak Pemerintah, Swasta, Rumah Sakit, Sekolah…
Read More
Video Menjaga Kesehatan Mata

Video Menjaga Kesehatan Mata

Low Vision
Beberapa masalah penglihatan disebabkan oleh faktor keturunan, seperti penyakit diabetes yang menyebabkan masalah kesehatan yang kronis.  Semakin dini kita ketahui dan kelola faktor ini semakin baik peluang untuk mempertahankan kesehatan mata anak https://www.youtube.com/watch?v=V-EaQNaAhLc
Read More
Pengenalan Low Vision

Pengenalan Low Vision

Low Vision
Low vision gangguan penglihatan yang tidak dapat dipulihkan atau diperbaiki baik oleh operasi, lensa kontak maupun kacamata biasa. Low Vision tidak sama dengan Buta https://youtu.be/gpoDiNF7tNg
Read More
Dua Jam Makan dalam Gelap

Dua Jam Makan dalam Gelap

Low Vision, WSD
Dua Jam Makan dalam Gelap Selama 2 jam, pengunjung berpartisipasi dalam kegiatan sosial ”Dine in the Dark”. Selama itu pula, mereka makan dalam keterbatasan penglihatan untuk mencoba memahami gelapnya kehidupan para penyandang disabilitas. KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI Suasana temaram terasa pada kegiatan ”Dine in the Dark” yang berlangsung di Jakarta, Senin (14/10/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya menyosialisasikan gangguan penglihatan yang dialami masyarakat. Mata langsung disambut cahaya temaram saat masuk ke Kilo Kitchen, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019) malam. Pengunjung hanya bisa mengandalkan penerangan dari layar proyektor dan cahaya meja bar. Selama 2 jam, pengunjung makan dalam gelap. Selama itu pula mereka mencoba memahami gelapnya kehidupan para penyandang disabilitas. Malam itu, puluhan pengunjung berpartisipasi dalam kegiatan bertajuk ”Dine in the Dark” atau ”Makan dalam Kegelapan”. Kegiatan ini diselenggarakan Komite Mata Nasional, Yayasan…
Read More
Peluncuran Proyek Low Vision – High Impact

Peluncuran Proyek Low Vision – High Impact

Low Vision
Peluncuran Proyek Low Vision - High Impact Mata merupakan salah satu indera terpenting bagi manusia. melalui mata manusia menyerap informasi visual yang digunakan untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Namun gangguan terhadap penglihatan banyak terjadi, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan yang berat yang dapat mengakibatkan kebutaan. Upaya mencegah dan menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan perlu mendapatkan perhatian. Dalam pelaksanaan proyek ini, Yayasan LAYAK bekerjasama dengan CBM. CBM adalah sebuah organisasi pembangunan internasional yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan disabilitas atau yang memiliki risiko disabilitas yang kurang mampu di masyarakat yang kurang beruntung. CBM sudah bekerja di Indonesia sejak tahun 1978 dan bermitra dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak tahun 2003. Berdasarkan MoU dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang ditandatangani pada tahun 2017, wilayah kerja CBM adalah 11 Provinsi di…
Read More
World Sight Day 2018

World Sight Day 2018

Low Vision
Berdasarkan road maps Kemenkes untuk percepatan pencegahan kebutaan tahun 2018 – 2030, yang menjadi fokus dalam program tersebut bukan saja pada pencegahan kebutaan tetapi juga memastikan bahwa layanan rehabilitasi untuk anak dengan gangguan penglihatan seperti layanan Low Vision juga tersedia. Sejak tahun 2015 Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarga ( LAYAK ) bekerjasama dengan CBM mengembangkan program low vision dan pencegahan kebutaan di Indonesia melaui program Seeing is believing ( SIB) khususnya di DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Tujuan program SIB adalah agar anak anak di Indonesia dengan gangguan penglihatan yang bisa dicegah maupun dengan gangguan penglihatan permanen dapat diidentifikasi secara dini dan mendapatkan akses ke layanan yang berkualitas dan terjangkau. Sampai bulan Agustus 2018, Jumlah anak dengan gangguan penglihatan, low vision dan disabilitas lain yang sudah dilayani di layanan Low…
Read More